Events & Celebrations

Row of Knots Workshop at #LL4thAnniversary

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-4, minggu kmaren LivingLoving seperti biasa bikin acara seru-seruan, dan saya sama Nyanya diundang ke acara itu. Selain perayaan ulang tahun, acara ini juga sekaligus perayaan Afternoon Delight yang ke-3. Jadi Afternoon Delight itu semacam ajang kumpul-kumpul teman-teman kreatif untuk bikin-bikin atau belajar bareng. Waktu pertama kali diadain, 3 tahun lalu di 1/15 Coffee Gandaria, Nyanya juga diundang.

3 tahun kemudian, wiken kmaren itu, acaranya kembali diadain di 1/15 Coffee. Karena sekaligus perayaan ulang tahun LivingLoving, jadi kali ini ngga cuman Afternoon Delight. Hari itu, lantai 2 1/15 Coffee disulap jadi pop-up market dengan dekorasi khas LivingLoving. Selain itu juga ada pop-up DIY stations. Trus ada workshop Blogworthy sama workshop Row of Knots. Kalo Blogworthy itu belajar tentang creative content making sama pakarnya, Claradevi Handriatmadja dan Hanny Kusumawati. Trus kalo Row of Knots adalah belajar membuat macrame sama Knotting Lasts Forever, yang adalah.. saya sama Nyanya hihih. Iya, satu lagi proyek iseng-iseng saya sama Nyanya yang mendadak jadi serius. Mungkin nanti dibahas di postingan terpisah.

Agenda pertama pagi itu adalah Morning Delight. Jadi ini adalah sesi Afternoon Delight yang dibikin agak spesial dengan diadain pagi-pagi sambil sarapan bareng. Jadi namanya pun menyesuaikan jadi Morning Delight. Yang diundang, menurut Nike dan Miranti adalah orang-orang yang sudah mensupport LivingLoving sejak awal. Uhhmm.. saya dan Nyanya emang selalu ngikutin perkembangan LivingLoving sejak dari awal banget sih, tapi ga pernah merasa punya kontribusi besar ahahah. Makanya hepi banget merasa tersanjung bisa bergabung di acara sarapan itu, bareng ‘nama-nama besar’ di dunia persilatan, semacam Kitty, Amesh, Clara Devi, Puri, Maesy, dan lain-lain.

Selain kumpul-kumpul dan sarapan enak dari 1/15 Coffee, seperti biasa ada acara bikin-bikin atau belajar bareng. Kali ini, ceritanya kita akan belajar macrame. Dan saya sama Nyanya didaulat untuk jadi mentornya. Kocak sih, pagi-pagi yang hawanya masih pengen leyeh-leyeh sambil ngopi dan ngobrol, tau-tau dijebak untuk bikin macrame. Langsung pada kusut semua deh :)))

Tapi seru sih. Maklum yaaa, ini tuh kan sekumpulan orang-orang ‘kreatif’ yang terkenal banyak maunya dan ambisius tingkat tinggi, jadi ya gitu deh, walaupun disuguhin urusan itung-itungan benang dan simpul-simpul pagi-pagi, tetep pada semangat loh. Sebagian semangat beneran, sebagian semangat sambil misuh-misuh, dan sebagian lagi semangat karena ambisius ngeliat temen di sebelahnya udah hampir beres ahahah.

Setelah Morning Delight, baru deh pop-up shops dan lain-lainnya dibuka untuk umum. Workshop macrame-nya kebagian jadwal siang setelah workshop Blogworthy, jadi kita masih ada waktu buat persiapan dan lain-lain. Tadinya tuh pengen ngintip-ngintip workshop blogworthy, karena materinya penting banget kan, tentang creative content making. Tapi karena Rinjani pengen makan, jadinya kita nongkrong di bawah aja sambil makan. Abis makan, baru balik lagi ke lantai 2 untuk liat-liat pop-up shops yang isinya keren-keren semua. Ya ga heran sih, pasti kan udah dikurasi juga oleh LivingLoving. Ada Fika Julia, ada Go-Tie-A-Knot, ada Kemala Home Living, dan banyak lagi yang lainnya.

Jam 2 siang, workshop macrame dimulai. Berarti ini sesi kedua buat saya dan Nyanya, setelah sesi pertama tadi di Morning Delight. Hari itu, Rinjani bertugas jadi seksi dokumentasi-nya The Babybirds. Jadi malem sebelom acara, saya ngajakin Rinjani bernegosiasi; kalo dia bersedia jadi seksi dokumentasi selama acara dan menjalankan tugasnya dengan baik (minimal ada 10 foto yang hasilnya bagus), maka dia akan saya bayar dengan sejumlah uang yang disepakati. Nanti uangnya bisa ditabung, atau dibeliin apapun yang dia mau. Anaknya setuju. Makanya sepanjang acara Rinjani sibuk foto-foto, video, bahkan sampe Instagram Live segala ahahah. Menurut yang nonton, isinya kebanyakan mukanya dia sih. Tapi secara keseluruhan, Rinjani menjalankan tugasnya dengan baik. Hebat deh, selama di sana anaknya ga cranky sama sekali. Sempet hepi waktu tante Popon mendadak muncul, trus sempet ngobrol seru soal Musical.ly juga sama om Ade. Sisanya anaknya lebih banyak sibuk sendiri.

Ngomong-ngomong soal dokumentasi, karena workshop macrame-nya ada dua sesi dan durasinya hampir seharian, jadi saya dan Nyanya beneran ga terlalu banyak foto-foto. Apalagi setelah tau kalo official photographer-nya adalah Rangga Kuzuma yang hasil jepretannya udah pasti jaminan mutu. Jadi yaudah mending kita fokus ke event aja. Urusan foto-foto serahin ke ahlinya.

Peserta workshopnya lumayan rame. Dari 15 seats yang tersedia, semuanya terjual alias fully booked. Agak beda sama workshop pagi yang udah diwanti-wanti Nike ‘bikin yang gampang-gampang aja yaa?’, kali ini kita bikin macrame wall hanging yang sedikit lebih lebar dan lebih kompleks. Tapi beda sama peserta pagi juga, yang siang ini pesertanya udah lebih siap tempur kayanya. Ya iyalah, sesi pagi kan ‘dijebak’ untuk macrame-an, sementara sesi siang emang dengan sukarela registrasi untuk belajar ahahah.

Durasi workshopnya 3 jam, dari jam 2 siang sampe jam 5 sore. Capek gilak. Salut deh buat para guru atau dosen yang kuat mondar-mandir di ruangan kelas tiap hari kaya begini. Tapi sekaligus seneng banget juga sih. Ada perasaan yang agak susah dijelasin, waktu ngeliat para peserta ngerjain dengan tekun, trus aktif nanya. Apalagi waktu mereka keliatan seneng banget sama hasil karyanya. Jadi kaya ketularan seneng gitu. Ya pokoknya gitu deh.

Yang lucu, ada dua peserta yang dari awal sampe selesai sibuk menyimpul-nyimpul benang sambil ga brenti ngobrol. Tapi ngerjainnya cepet banget. Dan waktu sesi workshopnya selesai, mereka ngotot tetep ngelanjutin sampe beres, ga mau udahan :)))

Setelah akhirnya pada selesai (karena disuruh udahan dan diusir pun ga mempan), kita pun foto bareng sambil mamerin hasil karya sore itu. Puas banget rasanya. Dan seneng banget karena dikasih kesempatan untuk berbagi ilmu, walaupun ga seberapa. Soalnya pada dasarnya kan berbagi ilmu itu bentuk lain dari belajar buat kitanya. Jadi ngajarin orang itu sebenernya otomatis kita juga ikut belajar, ya ga sih? Makanya makasih banget buat para peserta yang pada seru-seru.

Selain itu, yang pasti sih makasih banget buat duo maut LivingLoving, Nike dan Miranti. Menurut mereka kan acara Morning Delight ini merupakan wujud syukur dan terima kasih buat teman-teman yang udah support. Padahal mah menurut kita justru sebaliknya, yang perlu disyukuri dan diucapin terima kasih itu adalah keberadaan LivingLoving yang selama ini secara konsisten ngasih inspirasi sekaligus meresonansi kegiatan-kegiatan kreatif orang-orang seperti kita (kita?). Makanya selain ucapan terima kasih (untuk banyak hal), kita sekeluarga juga ngedoain semoga LivingLoving makin solid, terus konsisten dengan apa yang udah dijalanin selama ini, dan tentunya semoga makin keren.

Selamat ulang tahun sekali lagi, LivingLoving!

Sebagian foto-fotonya bisa dilihat di bawah ini. Foto selengkapnya dari kamera kita (yang kebanyakan hasil jepretan Rinjani) bisa dilihat di sini, sedangkan foto-foto dari Rangga Kuzuma bisa dilihat di sini.

Rows of Knots Workshop

Rows of Knots Workshop

Rows of Knots Workshop

Rows of Knots Workshop

Rows of Knots Workshop

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Rows of Knots Workshop

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Rows of Knots Workshop

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

Afternoon Delight

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment

%d bloggers like this: