Weekend Getaway

Tamasya ke Seaworld Bersama Bang Bian

Akhirnya kesampaian juga mengajak Rinjani ke Seaworld. Rencana lama sebenernya, Nyanya udah dari dulu ngasih ide jalan-jalan ke Seaworld. Soalnya, selama ini Rinjani paling tertarik sama ikan. Sama kuda dan kucing juga sih, tapi paling heboh kalo liat ikan. Tetangga sebelah kita kan punya akuarium, jadi tiap hari kalo nelpon Wilda (waktu Rinjani masih sama Wilda) ke rumah nanyain Rinjani lagi apa, pasti jawabannya, “lagi liat ikan di sebelah.” Trus, kalo ikut jemput Mum ke kantor, baru ngeliat gerbang Rumod aja, dia udah heboh, “Wooooww, ikan!” Dia udah hapal, di Rumod kan banyak kolam yang penuh sama ikan gede-gede.

Kita ke Seaworld-nya weekend kmaren. Ngajak bang Bian sama baba Grompol dan mama Odis juga biar seru. Rencana awal, kak Lana sekeluarga juga mau ikut cuman kayanya karena bunda Ipeh masih sakit, jadi batal.

Ini adalah pengalaman pertama Rinjani jalan-jalan ke tempat wisata. Entah apa yang dia rasain, yang jelas Rinjani lebih banyak diem, sepertinya nervous liat orang-orang ramai dan suasana di dalam Seaworld yang gelap. Mungkin karena nervous juga, di luar dugaan, Rinjani ga terlalu excited ngeliat berbagai jenis, ukuran, dan bentuk ikan yang banyak banget itu. Dia malah lebih tertarik sama ‘lantai berjalan’ (apa ya itu namanya?) di terowongan akuarium ahahah.

Ternyata Seaworld ga sebesar dan semegah yang saya bayangin. Cuman ada satu main tank (akuarium utama), dan beberapa akuarium besar dan kecil. Main tank ini adalah satu akuarium raksasa, semacam miniatur laut gitu, dan bisa dilihat dari berbagai sisi. Dari depan, bisa dilihat dari kaca raksasa yang dijadikan background panggung untuk melihat atraksi penyelam yang memberi makan ikan. Dari atas, bisa melihat ikan-ikan berenang di permukaan ‘miniatur laut’ tersebut, trus dari bawah/dalam, ada terowongan kaca yang masuk menerobos perut main tank tersebut, yang membuat kita seolah-olah berjalan di dalam laut. Di beberapa sisi yang lain juga ada kaca-kaca besar yang memberikan pemandangan ikan-ikan di dalam akuarium raksasa itu.

Akuarium besar lainnya adalah akuarium ikan hiu. Beda sama main tank yang emang gede banget dan dibentuk bener-bener seperti di bawah laut lengkap dengan terumbu karang, tanaman laut, dan lain-lain, akuarium hiu ini isinya beneran cuman air dan ikan aja. Mungkin karena hiu emang hidupnya bukan di dasar laut ya, tapi lebih deket ke permukaan. Di sini kita bisa ngeliat dengan jelas ikan hiu dari yang paling besar sampe yang kecil-kecil berenang mengitari akuarium yang luas itu. Abis itu, ada juga akuarium dugong yang juga besar, trus yang kecil-kecil seperti piranha, kuda laut, dan banyak lagi yang lain, saya ga hapal. Selain akuarium-akuarium tertutup, ada juga kolam sentuh yang tersebar di beberapa spot di dalam area Seaworld. Kolam sentuh ini isinya ada kura-kura, hiu kecil, dan lain-lain. Dan sesuai namanya, di kolam ini kita bisa menyentuh ikan dan binatang-binatang lain yang ada di dalamnya.

Setelah beberapa putaran melihat-lihat semua akuarium, Rinjani mulai membiasakan diri, dan mulai ketawa-ketawa. Mulai heboh, “ikan! Ikan! Wooow!” Tapi tetep, ga seheboh biasanya. Baru setelah kita istirahat duduk di museum ikan yang berbentuk ruangan besar berlantai kayu dan terang, baru deh berkeliaran dia. Kayanya pengalaman pertama berada di keramaian (dan gelap pula) tidak berjalan mulus buat Rinjani. Agak sebel sih, tapi ya gitu yang namanya pengalaman. Pengalaman buat Rinjani dan bang Bian, pengalaman buat bapak ibunya juga. Harus nyoba, terserah nanti hasilnya ternyata suka atau engga suka. Ya kan?

Oh trus Bang Bian, begitu nyampe Seaworld langsung ngambek ga mau masuk. Bang Bian kan emang suka gitu, kalo liat gedung atau rumah yang asing, dia ga mau masuk. Karena Bang Bian makin kenceng nangisnya dan meronta-ronta, akhirnya dibawa kabur dulu muter-muter biar tenang. Belakangan pas kita ketemu lagi di dalam, katanya Bang Bian baru berhenti menangis dan mulai excited liat ikan setelah 3 putaran melewati terowongan, sampe akhirnya dia suka, ahahah. Bang Bian suka berasumsi negatif duluan siiih, akhirnya malah suka kan? :D

Setelah sekitar 2 jam di Seaworld, seperti biasa, cari makan. Sebenernya ada foodcourt sih di situ, tapi pilihan makanannya lagi ga ada yang cocok sama mood perut waktu itu, jadi kita milih keluar dari area Seaworld, trus makan McD di pinggir pantai. Nah di sini, walopun cuman sebentar, bocah-bocah malah lebih menikmati kayanya. Pada heboh pengen nyebur ke laut ahahah. Sayang udah mulai sore dan saya dan Nyanya harus ngejar nyampe Bandung sebelom malam, jadi kita ga sempet berlama-lama main di pinggir pantai. Cuman foto-foto sebentar, trus udah.

Agak diluar perkiraan, tapi tetep seru, dan yang penting, anak-anak dapet pengalaman baru. Mungkin lain kali kayanya cobain ajak jalan-jalan ke pantai deh, sepertinya mereka lebih bergairah :D

Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di Flickr.

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Reply to grompol Cancel reply

Comments (5)

  1. hahahha, aina juga waktu pertama kali ke aquarium, lebih tertarik ama conveyor belt yg di lantai daripada ama ikan2nya. ampe ga mo berenti muter2 sambil jongkok liat kebawah. ternyata sama ya, bian & rie kayak gitu juga… :D

    1. aah namanya conveyor belt *catet*
      ahahah iyaa sama banget, jongkok-jongkok, trus loncat bolak balik dari yg jalan ke yg diem, sementara ikannya dicuekin :))

%d bloggers like this: