For Us

Rinjani’s Rooster Scarf

Dalam rangka turut memeriahkan tahun baru Imlek yang lalu, kita ‘menugaskan’ Rinjani untuk bikin ucapan happy Chinese new year, untuk diposting di Instagramnya @thebabybirds. Karena tahun baru ini adalah tahun Ayam Api, jadi Rinjani menggambar ayam di iPad-nya. Ayamnya ada tiga, karena menurut Rinjani, itu adalah mum, popo, dan Rinjani sendiri.

Seperti biasa, karya Rinjani ini kita kembangin lagi jadi pattern. Tentunya dengan supervisi dari sang pembuat karya langsung. Biasa deh, dia memang selalu sangat posesif terhadap karya-karyanya. Kalo ada yang ga berkenan, bakalan langsung diprotes.

Ayam-ayam yang tiga ekor tadi kita bikin jadi banyak, trus atas ide Rinjani, ditambahin aksen totol-totol. Katanya itu adalah makanan ayam. Karena ayamnya udah rame, jadi makanannya juga harus banyak, katanya. Ide sederhana sih, tapi kalo mau dijadiin doa, semoga tahun ayam ini kita bisa punya ayam lebih banyak dan bisa memberi makanan yang banyak juga yaaa? Amin!

Aplikasi pattern yang paling gampang, submit ke Arterous untuk disulap jadi produk-produk keren. Produknya bisa dilihat di www.arterous.com/thebabybirds.

Selain itu, pattern ayam ini juga kita produksi sendiri dalam bentuk scarf. Pilihan ukurannya ada dua, ukuran 100 x 100 cm dan 50 x 50 cm. Kalo ada yang berminat untuk mengadopsi ayam-ayamnya Rinjani ini, silakan kontak kita di hello@thebabybirds.net.

CATATAN: 

Warna asli produk kemungkinan sedikit berbeda dengan yang ditampilkan di foto/preview, karena perbedaan media dari screen komputer/gadget ke kain. Selain itu, karena sebagian besar produk kami adalah DIY/handmade, jadi sedikit ketidaksempurnaan atau kesalahan kecil yang masih dalam batas wajar, tidak kami anggap sebagai cacat produksi, melainkan dijadikan ciri khas yang memperkaya produk DIY/handmade. Dengan kata lain, minor imperfections are the beauty of handmade products.

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment