Hey Rinjani

Rinjani on Apple World Gallery

Kayanya ini adalah berkah terbesar kita tahun ini. Nyanya dengan foto hasil jepretan iPhone 6-nya terpilih jadi satu dari beberapa fotografer seluruh dunia untuk kampanye terbaru Apple, “Shot On iPhone 6” atau Apple World Gallery. Dan yang paling bikin kita excited, foto yang terpilih itu adalah fotonya Rinjani sedang main ukulele. Foto kucrit di-featured di iklan-iklannya iPhone 6 di seluruh dunia!

Sebenernya ga banyak yang bisa diceritain. Apalagi kita udah tandatangan NDA (Non-Disclosure Agreement) dengan pihak Apple. Dan seperti yang sudah diketahui umum, Apple kan terkenal sangat strict kalo urusan menjaga rahasia. Jadi kita juga ga berani cerita macem-macem hihih.

Tapi satu hal yang pasti, terpilihnya Nyanya ini bener-bener kejutan yang sangat menggemparkan buat saya dan Nyanya. Karena kita sebelomnya ga pernah tau ada campaign “Shot on iPhone 6” ini. Jadi foto itu terpilih bukan karena kita submit foto kemana-mana, atau karena pake hashtags macem-macem di Instagram, atau apapun. Tapi memang somehow dipilih dan dikurasi oleh pihak Apple sendiri, melalui teknologi aliennya, bisa nemu aja foto kita di antara ratusan juta foto di seluruh dunia. Ngeri ya? Kita shock seada-adanya begitu tau-tau dikontak oleh mereka. Rasanya kaya tiba-tiba dicegat sama Nick Fury di pengkolan Antapani trus disuruh gabung sama The Avengers. Antara shock parah, bangga, dan berasa penting sotoy gitu langsung.

The model and her photo at the back cover of RS Magazine

Kampanye Apple World Gallery ini bertujuan untuk mengumpulkan foto-foto terbaik yang diambil menggunakan iPhone 6 oleh para fotografer terpilih dari segala penjuru dunia, untuk kemudian ditampilkan di berbagai media cetak dan online, mulai dari majalah, poster, sampai billboard raksasa. Tujuannya jelas untuk ngasih unjuk betapa powerful-nya kamera iPhone 6 ini.

Foto Rinjani bermain ukulele terpilih untuk dicetak di back cover majalah Rolling Stone US Edition dan Italy Edition. Lucu deh, kita baru tau kalo fotonya udah di-publish itu dari Kikio. Kikio ini adalah temen lama yang kebetulan hari itu adalah hari pertamanya bekerja di Rolling Stone Indonesia. Dia nemu RS magazine US itu di kantor, trus langsung posting fotonya dan mention Nyanya di twitter, “ini fotomu toh @almaviva? Keren!”

Gara-gara itu langsung heboh deh. Aulia yang kenal sama Adib Hidayat (Editor RS Indonesia), langsung nge-tag Adib dan nanya, bisa minta tolong kirimin satu copy majalahnya ke Antapani, ga. Temen-temen yang lain juga langsung heboh nyariin majalahnya. Yang paling duluan kasak-kusuk tentunya mamah Iyem dan mamang Themma, si pemilik tempat, karpet, dan ukulele yang ada di foto Rinjani itu ahahah. Iya, foto itu kan dijepret di Iyem B&B.

The model and her photo at the back cover of RS Magazine
The model and her photo at the back cover of RS Magazine

Selain mamah Iyem dan mamang Themma yang langsung berfoto terlentang di karpet a la Rinjani, temen-temen yang lain dari berbagai belahan dunia juga ngirimin kita foto-foto majalah itu. Mulai dari duo Shinta dari Singapura, Thalia dan Aina, sampe keluarga Neverland, mamin dan papin yang langsung ngasih snapshot majalah yang ada Rinjaninya itu di newstands di New York. Gemeesss, sementara saya dan Nyanya cuman bisa manyun sambil terharu, karena di Bandung ga ada yang jual Rolling Stone US. Beberapa hari kemudian, baru deh paket dari Adib dan Kikio nyampe.

Senang, bangga, terharu, entah apalagi. It’s Apple, gituh! Produsen produk-produk yang saya dan Nyanya gilai sejak bertahun-tahun yang lalu. Sejak jaman belom mampu beli, sampe jaman ga mampu beralih lagi. Rasanya semua tabungan yang kita relakan buat beli produk-produk Apple jadi kebayar semua. Well, dari dulu kalo beli iPod atau Macbook atau apapun dari Apple, kualitasnya selalu membayar kembali harganya sih. Bukannya sok-sokan mentang-mentang ‘dibayar’ sama Apple, tapi emang harus nyobain dulu sendiri baru berasa kualitasnya. Contoh gampangnya ya kamera iPhone 6 ini. Berani bersaing sama kamera poket deh.

Tapi yang paling penting, semoga ‘penghargaan’ dari Apple ini bikin kita kembali semangat motret-motret lagi. Amin!

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment

Comments (6)

  1. Rinjani.. keren. Dasar emak-emak, gak bisa baca cerita beginian, langsung jebek-jebek. Ikutan haru.. ^_^

  2. aku bukan siapa siapanya aja baca ini, lihat terus di IG nyanya, terharu kacida, apakabar sama nyanya ya :p hihihihihihihihi

  3. Iiih keren amat! Very cool! kaya iseng-iseng berhadiah, hihihi. Ikut bangga deh rasanya…dan ya setuju, penghargaan bikin kita semakin ingin berkarya. Thanks for sharing :)