Events & Celebrations Hey Nyanya

June 2nd, 2011. Happy Birthday, Nyanya!

Selamat ulang tahun, Nyanya.

Tanpa cropped denim jacket (yang batal aku beliin buat kamu karena ternyata harganya ga sesuai budget!), ngasih kado drawing doang itu agak basi sih ya? Masih ada gitar sih, tapi kalo gitar kan emang kita berdua udah rencana pengen punya dari dulu. Tapi sebenernya drawing ini lumayan spesial juga sih. Yang pertama, aku bikinnya cuman dalam waktu kurang dari 3 jam, termasuk stengah jam finishing di dalam mobil di parkiran Rumah Mode, gelap-gelapan dan ujan gede, hihihih. Jadi drawing ini bisa dibilang rekor tercepat aku. Trus yang kedua, ini juga drawing pertama aku yang berwarna.

Kenapa harus dikerjain dalam waktu kurang dari 3 jam? Aslinya sih, Because i was challenging myself. Kamu tau sendiri kan, “wacana membeli kanvas dan kembali rajin menggambar” ini udah jadi janji-janji palsu omong kosong sejak berbulan-bulan yang lalu ;)) Ya kira-kira kado ini jadi semacam pembuktian lah. Atau membayar janji. Tapi menurut rencana, ga akan 3 jam banget sih. Yang bikin waktu yang aku punya tinggal 3 jam adalah, aku musti keliling dulu menembus kemacetan menjelang long weekend, nyari cropped jacket yang ternyata malah ga jadi dibeli, trus beli kanvas, marker, gitar, dll. Jadi walopun cuman some random organic doodling, tanpa konsep tanpa sketch, tapi effort buat bikinnya, mulai dari beli kanvasnya, berantem sama traffic Bandung, sampe ke proses ngegambarnya yang cuman ada waktu 3 jam itu lumayan bikin ngos-ngosan juga. Dan yang paling penting adalah, aku menikmati setiap detik dari semua proses itu. It was very exciting! Agak aneh sih emang, tapi merencanakan/mempersiapkan sesuatu untuk menyenangkan kamu itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Bingung ya kalimatnya? Ya gitu lah pokoknya.

Selamat ulang tahun, Nyanya.

Aku ga punya doa macem-macem buat kamu hari ini. Standar aja, sama kaya doa aku tiap hari buat kita dan Melon. Sama juga kaya doa aku tiap kamu ulang tahun. Justru yang mau aku ucapin hari ini adalah makasih. Terutama segala hal yang menyangkut Rinjani. Tahun-tahun sebelomnya, kamu adalah temen ngobrol yang seru, pacar yang menyenangkan, istri yang keren. Tahun ini, kamu adalah ibu yang pinter. Dan dalam sepanjang tahun-tahun itu, aku adalah lelaki yang berbahagia. Makasih Nyanya, Aku beruntung punya kamu.

 

 

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment

Comments (5)

%d bloggers like this: