Stories & Thoughts

Inside Stories Of The Family Matters

Beberapa waktu yang lalu Birdiehouse agak berlebih kasak-kusuknya. Gara-garanya, disela-sela kesibukan kita mempersiapkan issue terbaru The Babybirds, ada project seru-seruan baru juga yang sedang kita garap dan (waktu itu) akan segera di-launch. Namanya Family Matters. Project apa lagi ini?

Project ini udah bergulir sejak akhir tahun lalu. Awalnya Ipeh menawarkan diri buat join di The Babybirds, katanya biar ada kesibukan, kan Ipeh waktu itu berencana mau resign dari kerjaan full timenya. Ipeh pengen serius punya usaha katanya, bahkan bersedia pindah ke Bandung, hihih. Trus kata Nyanya, “mending kita bikin project baru aja, bikin begini begini blablabla…” udah tuh Nyanya mempresentasikan idenya, dan ya udah, brainstorming ide, R&D, eksekusi, semuanya mengalir gitu aja. Mendadak semuanya sibuk dengan tugasnya masing-masing. Nyanya, dibantuin sama saya jadi tim kreatif sekalian produksi, dan Ipeh sesuai bidangnya, ngurusin finance, sales, dan manajemen. Si ayah, sebagai mamang tukang web paling canggih seendonesa raya, kebagian tugas ngurusin website. Dream team banget dah :D

Kalo kata saya sih, project ini sangat personal sekali. Kita membuat random cool stuff yang kita pengenin dari dulu, tapi ga pernah kesampaian, entah karena emang ga ada di sini, atau ada tapi harganya yang terlalu mahal, atau cuman bisa beli online dari luar negeri yang ongkos kirimnya mahal. Jadi bisa dibilang, kita membuat sesuatu buat kita sendiri, trus sisanya dijual.

Kenapa namanya Family Matters? Karena memang ini adalah urusan keluarga. Walaupun sesuai kesepakatan ini adalah kolaborasi Ipeh dan Nyanya, tapi pada prakteknya tetep aja ini adalah kolaborasi dua keluarga. Dua-duanya pasti selalu melibatkan timnya masing-masing, dalam hal ini, saya dan Iyay. Seksi sibuklah. Terus, barang-barang yang diproduksi juga mostly barang-barang ‘kebutuhan rumah tangga’ sehari-hari yang biasa ada di setiap sudut rumah. Makanya klasifikasi produknya pun berdasarkan pembagian ruang dalam rumah, ada kitchen, bathroom, bedroom, livingroom, dan lain-lain. Really nice idea, i must say :D

Tapi walaupun tadi saya bilang ‘kebutuhan rumah tangga’, bukan berarti barang-barangnya hanya ditujukan buat para ibu-ibu bapak-bapak yang sudah berkeluarga ya. Family Matters membuat produk yang ditujukan untuk para penikmat keindahan, pencinta estetika, dan orang-orang yang peduli visual. Orang-orang yang menganggap jam dinding itu hanyalah deretan angka dan jarum penunjuk waktu, jelas bukan target yang dituju Family Matters. Produk-produk Family Matters dibuat untuk orang-orang yang percaya bahwa estetika dan fungsi itu sama pentingnya. Jadi pasarnya itu spesifik tapi umum, tapi spesifik. Ya gitulah pokoknya.

Jadi apa aja yang diproduksi sama Family Matters? Macem-macem. Sangat random. Dan ya itu tadi, personal. Apa yang kita suka, apa yang kita pengen punya. Semuanya ga jauh-jauh dari graphic design, typography, computer related, pokoknya yang sesuai sama passion kita aja. Seru banget :D

Sekarang ini yang ada di websitenya baru beberapa produk, belom semua section terisi. Tapi emang pengennya begitu sih, kita bakalan terus update satu persatu menuhin tiap sudut ruangan secara bergantian. Dengan begitu proses kreatifnya –bagian yang selalu paling menyenangkan– tetep jalan terus. Dan yang pasti, semoga ‘urusan keluarga’ ini tetep jalan terus, amin :D

Di bawah ini adalah beberapa foto produknya. Ada iPad case, apron, dan cushion. Kalo mau liat produk lengkapnya, buka aja www.family-matters.co.

 

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Reply to nyanya Cancel reply

Comments (2)

%d bloggers like this: