Gardening

Hydroponic Succulents

Jadi menurut yang kita dan semua orang-orang percaya selama ini, yang namanya sukulen dan atau kaktus-kaktusan itu paling musuhan sama air karena tanaman jenis ini gampang banget busuk, yakan. Nah, weekend kmaren, saya bereksperimen sotoy, mencoba ngebuktiin, bener ga sukulen musuhan sama air. Saya bikin sukulen hidroponik, jreeengg.

Cara bikinnya sama aja kaya hidroponik lainnya. Tanamannya dicabut dari pot, trus akarnya dibersihin dari sisa-sisa tanah sampe sebersih-bersihnya. Proses pencabutan dan pembersihan ini harus hati-hati jangan sampe merusak akar.

Abis itu, udah aja cemplungin ke pot yang berisi air. Potnya cuman diisi air setengah penuh aja, biar yang kerendam itu hanya akarnya aja, sementara batang dan daunnya tetep kering.

Namanya juga eksperimen, gatau deh ini bakalan berhasil atau engga. Tapi yang jelas, hari ini (waktu postingan ini di-publish), adalah hari ke-4, dan sukulennya masih baik-baik aja. Ngga ada perubahan yang berarti. Daun-daunnya masih keras, ngga melembek kaya sukulen yang mau busuk. Mudah-mudahan sih engga ya.

Oh, tanaman sukulen yang saya jadiin eksperimen ini adalah sukulen yang beberapa waktu lalu sempet membusuk gara-gara keujanan, trus abis itu sehat lagi. Jadi saya pikir, ini sukulen yang paling bandel, makanya pake yang ini aja. Lagian kalo eksperimennya gagal, jadi ga sedih-sedih amat, karena udah pernah sedih waktu dia keujanan dan membusuk dulu itu :)))

Kalo dari yang saya baca-baca sih, sebenernya sukulen itu bukannya musuhan sama air, tapi secara natural dia adalah tanaman yang berasal dari daerah kering. Makanya badannya ginuk-ginuk, karena menyimpan banyak air. Makanya lagi, dia ga butuh sering-sering disiram, karena punya tempat penyimpanan persediaan air yang cukup di badannya.

Mudah-mudahan eksperimennya berhasil.

Hail Hydro!

blog23aug-7

blog23aug-8

blog23aug-10

blog23aug-1

blog23aug-2

 

 

 

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Reply to ing Cancel reply

Comments (2)

%d bloggers like this: