Events & Celebrations

#hngday : The Day

Mengutip kata Mandy, “Nikahan of the year! And it’s only February!”

Kalo kata saya, ini pernikahan paling rempong yang pernah saya alami. Bahkan di acara nikahan saya dan Nyanya sendiri pun, kami ga sesibuk dan seribet ini. Selain membuat sibuk dengan segala persiapannya, mereka berdua yang mau kawin ini juga berhasil membuat saya bela-belain pake beskap sepanjang acara mulai dari akad sampai resepsi. That’s 8 freaking hours, man. 8 jam terperangkap dalam seragam beskap sempit melilit jalan aja susah. Udah gitu kerisnya nyangkut kemana-mana bikin kesel. Ngga cuman saya, bahkan Budi dan Booi dan Yona pun sukses di-beskap-in. Kalo saya pake beskap, Nyanya berkebaya lengkap dengan sanggul yang kalo kata Dwi segede ban vespa. Ahahah.

Intinya, kami bela-belain kaya begitu karena buat kami mereka berdua ini orang penting. Jadi ga perlu diceritain panjang lebar lagi seberapa pentingnya acara ini. Lagian percuma juga diceritain. Harus dateng langsung melihat dekorasi dan tata letaknya sambil mencicipi makanan-makanannya. Dan yang jadi highlight buat saya pribadi, mendengarkan langsung alunan keroncong yang menjadi musik latar acara ini.

Selain itu, di acara ini kayanya pertama kalinya saya ga bertugas megang kamera sama sekali di ‘acara keluarga’. And it felt reeeaallly goooood. Saya bisa menikmati acaranya dengan lebih puas. Apalagi resepsi ini mendadak jadi ajang reuni akbar @JTUG (Jakarta Twitter User Group), geng twitter kita-kita sejak jaman dulu. Geng di mana mempelai ini bertemu. Seru banget. Jadi harap maklum foto-fotonya cuman sedikit, dan lebih banyak foto kita-kita ketimbang foto suasana. Kalo mau liat foto-foto lainnya, silakan search aja hashtag #hngDay di instagram/twitter/path/etc.

Oh dan satu lagi highlight acara ini, Rinjani ngga cranky sama sekali berada di dalam lautan manusia malam itu. Dia bisa menikmati (baca : membuat semua om-om kecapean!) acara dari awal sampe akhir tanpa rewel sama sekali. Kalo kata mamah Iyem, mungkin karena Rinjani cocok dengan elemen kayu, yang memang sangat dominan malam itu.

Foto-foto selengkapnya dari kamera kami, silakan klik di sini.

#hngDay

#hngDay

#hngDay

 

#hngDay

 

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

#hngDay

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Reply to Rina Cancel reply

Comments (4)

  1. Dulu pas nikah gak mau ribet n gak mau pake adat sama sekali tapi selalu seneng ngeliat kawinan orang yang full adat sampe printilan n temen2nya jg harus lengkap beskapan n sanggulan, hehehe.

    Mandy cantiiiik Ismet batiknya kece! Nyanya atasan coklat/krem-nya cantik deh modelnya, bikin atau beli? Ing, senang liat foto-foto acaranya :) selamat buat pengantin!

%d bloggers like this: