Freebies

Freebies : Printable PDF Calendar 2018 & Free Cakar Ayam Truetype Fonts

Tradisi akhir tahun yang ngga tradisi-tradisi amat (karena seringnya telat atau bahkan lupa sama sekali), printable calendar kembali hadir dan kembali telat tahun ini. Edisi yang sekarang agak sedikit lebih crafty, karena selain nge-print, juga melibatkan cutter dan lem.

Sebenernya bisa juga tanpa lem sih, kalo ngeprintnya langsung bolak-balik pake kertas yang agak tebel. Mungkin bisa bantuan operator print service buat bikin bolak-baliknya. Trus ukuran aslinya kan A3, tapi kalo pengen lebih gede juga bisa, tinggal digedein aja pas ngeprintnya. Tapi kalo dikecilin kayanya ga mungkin karena udah kecil banget.

Sesuai dengan kegiatan kita belakangan ini yang lagi disibukkan dengan urusan renovasi dan pindahan rumah, jadi kalendernya ngambil tema dari situ; rumah. Shape-nya juga mengadaptasi desain rumah kita yang baru, bentuk rumah burung alias Birdiehouse. Cerita selengkapnya tentang Birdiehouse nanti deh diposting terpisah. Selain tentang Birdiehouse, kalendernya juga menggambarkan the year of the dog. Setiap bulannya dihiasi sama ilustrasi anjing-anjing karya Rinjani.

Pada dasarnya kalender ini ceritanya adalah kalender meja. Setelah di-print dan ditempel bolak-balik, setiap sambungan antar rumahnya dilipat-lipat, jadi tinggal ditaro di meja kerja gitu. Tapi kalo mau agak crafty dikit, bisa juga dipisah-pisahin dan digantung di shelf atau dinding. Lebih seru lagi kalo punya ide sendiri buat majang kalendernya, nanti foto aja trus tag kita di instagram ya?

Seperti biasa, semua font yang dipake di kalender ini kita bikin sendiri. Dan seperti biasa juga, Truetype fonts-nya bisa di-download gratis di bawah ini.

Walaupun gratisan, tapi font ini license-nya hanya Free for personal use only. Jadi selama untuk kepentingan pribadi, font-nya boleh dipake sebebasnya. Tapi kalo mau dipake untuk proyek komersil, silakan hubungi kita dulu ya?

Kalau link download di bawah bermasalah, silakan coba klik di sini untuk kalender, dan di sini untuk fonts.

Happy new year, folks!

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment