Events & Celebrations Hey Rinjani

Family Day

Kalo ga salah inget, Family Day kali ini tuh merupakan Family Day pertama kami. Sebagaimana layaknya kebanyakan sekolah modern jaman sekarang, sekolahnya Rinjani termasuk sekolah yang sangat menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam proses belajar anak di sekolah. Jadi selain parents meeting yang rutin diadain, juga ada yang namanya Family Day. Kalo parents meeting itu lebih ke diskusi soal urusan pendidikan. Sedangkan family day itu lebih ke urusan seru-seruan, semacam ajang keakraban antar sesama orang tua, dan antar orang tua dan guru-guru. Kan ga lucu kalo anak-anaknya saling berteman, tapi orangtuanya malah ga saling kenal, begitu kira-kira misinya.

Di sekolahnya Rinjani, Family Day ini dianggap penting. Jadi semua orang tua – bapak dan ibu – wajib hadir. Karena kehadiran ini bakalan jadi salah satu penilaian buat pihak sekolah, untuk menentukan siapa yang layak melanjutkan ke tingkatan berikutnya. Misalnya kalo saya dan Nyanya males-malesan ikutan acara beginian, bisa jadi Rinjani nanti ga akan bisa melanjutkan SD di sana, setelah masa TK-nya selesai.

Walaupun awalnya agak males, ternyata acaranya seru. Saya emang by default selalu kurang berminat sama segala sesuatu yang berbau acara keakraban gini. Nyanya juga sebenernya, tapi ga separah saya sih. Tapi setelah dijalanin, seru juga. Acaranya dimulai dengan senam pagi bersama. Ahahah kocak, bapak-bapak dan ibu-ibu pada disuruh senam dengan bu guru sebagai instrukturnya. Trus anak-anak juga ikutan di barisan paling depan. Abis senam, dimulailah rangkaian kegiatan permainan yang seru-seru. Mulai dari meraba-raba kotak tertutup dan menebak apa isinya, menebak rasa garam, kopi, dan gula dengan mata tertutup, sampai balapan bakiak. Semua permainan dirancang untuk selalu melibatkan bapak-ibu-anak. Dan pada setiap permainan, penilaiannya berupa pengumpulan koin kertas. Misalnya kalo dalam satu permainan kita berhasil memenangkan 3 dari 5 tantangan, berarti kita akan dapet 3 koin. Nanti semua koin yang berhasil dikumpulkan akan digabung dengan koin-koin dari semua kelompok (keluarga) dalam satu kelas, trus dijumlahkan. Kelas yang berhasil mendapatkan koin terbanyak adalah pemenangnya.

Karena ini pengalaman pertama buat kami bertiga, jadinya seru banget. Rinjani juga keliatan sumringah dan bersemangat gitu. Kebayang kan, mum dan popo ikutan bermain di sekolah loh. Semacam dream come true gitu kali buat dia hihih.

Selesai mengikuti rangkaian permainan yang seru-seru, acara terakhirnya justru paling kocak, lomba joget antar kelas. Jadi orangtua masing-masing kelas membentuk satu grup, trus disuruh menari mengikuti video yang diputer di big screen. Videonya semacam hi5 gitu deh, jadi tariannya gerakan anak-anak gitu. Bodor banget jadinya. Pemenangnya dipilih oleh dewan juri yang terdiri beberapa orang guru. Kita-kita para ortu kelas Awan – kelasnya Rinjani – kalo ga salah jadi juara ke-2 ahahah butut. Tapi ga apa-apa, yang penting seru!

IMG_9223

IMG_9225

IMG_9229

IMG_9232

IMG_9235

IMG_9236

IMG_9237

IMG_9241

IMG_9243

IMG_9244

IMG_9245

IMG_9247

IMG_9250

IMG_9252

IMG_9254

IMG_9258

IMG_9263

 

 

 

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment