DIY

DIY Various Pencil Holders

Sejak Rinjani rajin menggambar, kita jadi sering kehilangan spidol atau drawing pen. Kalo ngga hilang, atau rusak/kering karena Rinjani lupa menutupnya. Spidol sih masih ga apa-apa, punya banyak dan harganya juga murah. Yang bete itu kalo udah marker atau drawing pen yang buat kita harganya mahal. Makanya sejak itu kita selalu memisahkan mana drawing tools khusus Rinjani, mana yang ga boleh disentuh Rinjani, dan mana yang milik bersama. Selain itu, ada lagi tempat khusus untuk gunting, cutter, dan penggaris. Banyak yaaa? Iyaaaa.

Weekend project minggu kmaren, kita bikin tempat pensil dari berbagai barang bekas. Contohnya seperti di bawah ini.

1. Tempat pensil dari karton bekas selotip.

Ini sederhana banget. Daleman selotip yang udah habis itu kita gabungin pake selotip, trus salah satu ujungnya ditutup pake karton tebal, trus dilapisin pake kertas. Pelapisnya ini bisa apa aja. Bisa pake kertas kado, atau kertas bercorak apapun. Kalo kita kmaren dilapisinnya pake kertas putih aja, trus dibikin pattern garis-garis horizontal warna hitam.

pencilholders

pencilholders-2

pencilholders-3

pencilholders-4

pencilholders-5

 

pencilholders-9

 

2. Tempat pensil dari kaleng bekas astor

Ini juga gampang banget, tapi harus hati-hati, karena kita pake paint remover. Cairan ini kurang populer, padahal bisa dibeli di toko bangunan biasa, dan fungsinya juga dahsyat banget. Hanya dengan dioleskan ke permukaan yang catnya mau kita hilangkan, dalam waktu 5-10 menit catnya akan melepuh sendiri, trus kita tinggal sikat, langsung bersih deh. Keren loh, kaleng bekas astor kalo semua catnya dibersihkan pake paint remover ini, jadinya kaya shiny tin can gitu. Oh seperti yang saya bilang tadi, pake cairan ini harus hati-hati karena sangat keras. Kena percikannya sedikit aja udah berasa panas di kulit, apalagi kalo sampe kena banyak, bisa melepuh.

pencilholders-6

pencilholders-7

pencilholders-8

 

3. Tempat pensil dari fast food bucket

Nah kalo ini khusus buat Rinjani, soalnya pake fast food bucket gitu. Itu kan bentuknya kaya ember, ada pegangannya, jadi Rinjani bisa menentengnya. Ini cuman dicat pake acrylic putih, trus dikasih pattern polkadot. Kalo mau, bisa bikin pattern stripes, atau segitiga, atau motif chevron dengan bantuan selotip.

 

Processed with VSCOcam with f2 preset

 

Dan ini hasilnya semuanya. Sekarang Rinjani bisa belajar disiplin dengan barang-barangnya sendiri, sekaligus belajar menghargai barang-barang yang bukan miliknya. Dan yang paling penting, Micron-micron saya dan Nyanya aman tenteram dari ancaman Rinjani :D

pencilholders-10

pencilholders-11

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment