Cycling, Hey Poping

Bandung Bicycle Club

Maklumin ajalah, namanya juga om-om, begitu ada hobi baru langsung deh bikin geng. Sebenernya bukan geng juga sih. Lebih tepatnya group chat untuk memudahkan janjian kalo mau sepedaan bareng. Dan tentunya, untuk memudahkan berbagi foto-foto setelah sepedaan. Penting abis.

Group chat ini diinisiasi oleh Mande. Anggotanya selain Mande, ada saya, Kepik, Yohan, dan Booi. Bukan mau sok eksklusif juga ga mau ngajak-ngajak yang lain, tapi lebih ke masalah kemampuan bersepeda kita yang sama-sama seadanya ahahah. Jadi suka kawatir kalo ngajakin yang lain, takut ditinggal. Ya selain Kepik sih. Dia mah orang utan, kerjaannya sepeda ke gunung-gunung. Lagi pula, isi group chat-nya lebih banyak gosip dan curhat-curhatan ketimbang ngomongin sepeda, jadi kayanya anak sepeda beneran ga akan ada yang tertarik untuk join juga.

Tapi walopun begitu, yang penting namanya keren, Bandung Bicycle Club. Yohan yang ngasih nama. Kenapa namanya itu, Yo?

“Iyaa, biar keren kaya Bombay Bicycle Club..”

Wah, keren. Emang itu klab sepeda juga?

“Bukan, itu band indie rock dari Inggris..”

The girls called him Popo. Popo spent several years working as a graphic/new media designer in several companies in several cities before he got bored and decided to move back to Bandung and started his own streetwear label with his friends. Now, when he’s not busy massaging Nyanya’s back or making play doh with Rinjani, Popo can be found at WADEZIG! HQ making cool apparel.

Leave a Comment

%d bloggers like this: